Yang Hobby Banget Wisata Sejarah, Wajib Tahu Nih Sejarah Kabupaten Majalengka!

Yang Hobby Banget Wisata Sejarah, Wajib Tahu Nih Sejarah Kabupaten Majalengka!

Posted on 182 views

Kabupaten Majalengka – Di Jawa Barat –  Kabupaten Majalengka merupakan salah satu Kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat – Indonesia.  Ibukotanya adalah Majalengka.
Kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan Kabupaten Indramayu disebalah utara, disebelah timur Kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan, disebelah selatan Kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya, serta disebelah barat Kabupaten Majalengka berbatasan langsung dengan Kabupaten Sumedang.
Majalengka juga merupakan nama yang sama digunakan dengan nama Kabupaten yang terletak Di Jawa Barat. Sebagai Kota Kabupaten sudah tentu daerah ini mempunyai sejarah asal usulnya sendiri. Hampir setiap orang Majalengka percaya bahwa Majalengka berasal dari bahasa Cirebon yaitu dari Majae dan Langka. “Majae” memiliki arti yaitu Buah Majanya. sedangkan kata “Langka” memiliki arti hilang atau tidak ada.

Pada kerajaan Hindu-Buddha sampai abad ke-15, diwilayah Kabupaten Majalengka terbagi menjadi 3 kerajaan. Kerajaan pertama yaitu 1. Kerajaan Talaga Manggung yang dipimpin oleh Sunan Corenda atau yang lebih dikenal dengan Sunan Parung. 2. Kerajaan Rajagaluh yang dipimpin oleh Prabu Cakraningrat. Dan kerajaan yang ke tiga yaitu 3. Kerajaan Sindangkasih yang dipimpin oleh seorang puteri yang bernama Nyi Rambut Kasih.

Kerajaan Telaga Manggung

  1. Raja Batara Gunung Picung
  2. Raja Prabu Darma Suci
  3. Raja Sunan Talaga Manggung
  4. Raja Sunan Talaga Manggung
  5. Raja Ratu Simbarkencana
  6. Raja Sunan Parung

Kejaraan Islam Talaga (Pengaruh Kesultanan Cirebon)

  1. Raja Ratu Sunyaralang
  2. Raja Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum
  3. Raja Sunan Wanaperih

Kerajaan Sindangkasih

  1. Mandala Sindangkasih dan Kerajaan Sindangkasih
  2. Mitos Nyi Rambut Kasih
  3. Sindangkasih dalam Wilayah Tatar Ukur

Kerajaan Rajagaluh

Masa Penjajahan Belanda 

  1. Pembentukan Kabupaten Maja
    Pada tahun 1819 Karesidenan Cirebon yang terdiri atas Kereganan (Kabupaten) Cirebon, Begawan Wetan, Kuningan, Galuh (Ciamis), dan Maja. Kabupaten Maja adalah cikal bakal Kabupaten Majalengka. Pembentukan Kabupaten Maja berdasarkan Belsuit (Surat Keputusan)  Komisaris Gubernur Jendral Hindia Belanda No.23 Tanggal 5 Januari 1819. Kabupaten Maja adalah gabungan dari tiga distrik yaitu : Distrik Sindangkasih, Distrik Talaga dan Distrik Rajagaluh. Kabupaten Maja beribukota di Kecamatan Maja (Sekarang). Bupati pertama di Kabupaten Maja adalah RT Dendranegara. Kabupaten Maja mencangkup wilayah Telaga, Maja, Sindangkasih, Rajagaluh, Palimanan dan Kedondong.
  2. Perubahan Nama Kabupaten Maja Menjadi Kabupaten Majalengka]
    Pada tanggal 11 Februari 1840 keluar surat Staatsblad No.7 dan Besluit Gubernur Jendral Hindia Belanda No.2 yang menjelaskan perpindahan Ibukota Kabupaten ke wilayah Sindangkasih yang kemudian di beri nama “Majalengka”, kemudian nama Kabupaten di sesuaikan dengan nama Ibukota Kabupaten yang baru, dari Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka. Pemberian nama “Majalengka” atau dari nama asal usul “Majalengka” masih menjadi misteri. Nama “Majalengka” menurut “Legenda” adalah ucapan ‘Manaje Langka’ dari pasukan Cirebon serta “Pangeran Muhammad dan Siti Armilah” ketika tidak menemukan “Buah Maja” setelah “Hutan Pohon Maja” dihilangkan oleh “Nyi Rambut Kasih”, “Ratu Kerajaan Sindangkasih”. Dalam buku “Sejarah Majalengka” karya “N. Kartika” yang mewawancarai “Budayawan Ayatrohaedi”. Nama “Majalengka” bila diartikan daam Bahasa Jawa Kuno yaitu kata “Maja” yang merupakan nama buah dan kata “Lengka” yang berarti pahit, jadi kata “Majalengka” adalah nama lain dari kata “Majapahit”. Majalengka sebagai Ibukota Kabupaten selanjutnya semakin dikuatkan dengan adanya Surat Staatsblad, 1887 No.159 mengatur dan menjelaskan tentang batas-batas wilayah dari Kota Majalengka.

Masa Penjajahan Jepang

Masa penjajahan Jepang (1942-1945) di Majalengka di tandai dengan adanya eksploitasi romusha dan pembangunan lapangan terbang militer Jepang di kawasan Ligung. Lapangan terbang ini diselesaikan pada tahun 1944, dan pasukan Jepang dari sana terbang untuk melakukan Operasi Militer di Burma (Myanmar) pada tahun 1945.

Diata smerupakan sedikit tentang sejarah Kabupaten Majalengka, semoga bermanfaat untuk sahabat Di Jawa Barat.

Jangan lupa share and komen sahabat Di Jawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *